Jenis Katarak

Jenis Katarak

 

Tahukah Anda bahwa katarak memiliki beragam jenis? Jika tidak, perhatikanlah informasi berikut ini! Katarak adalah bagian keruh pada lensa mata yang biasanya bening dan akan mengaburkan penglihatan. Katarak tidak menyebabkan rasa sakit dan termasuk penyakit yang sangat umum terjadi.

Jenis Katarak

Jenis Katarak

Lensa mata adalah bagian transparan di belakang pupil (titik hitam di tengah bagian mata yang gelap) yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada lapisan retina. Dengan adanya katarak, kejernihan lensa mata berkurang dan cahaya yang masuk ke mata menjadi terhalang. Seiring bertambahnya usia, umumnya lensa mata perlahan-lahan akan keruh dan berkabut. Jadi katarak adalah penyakit yang biasa terjadi seraya kita bertambah tua. Banyak pengidap yang pada akhirnya membutuhkan operasi untuk mengganti lensa yang rusak ini dengan lensa buatan.

Jenis katarak pada mata dibagi berdasarkan tempat kemunculannya, setiap jenis menghasilkan nuansa penglihatan yang berbeda. Tingkat keburaman dalam melihat objek juga ditentukan dari jenis katarak tersebut. Lalu, apa saja jenis-jenis katarak tersebut ? Berikut adalah jenis – jenis katarak pada mata, antara lain :

  1. Katarak Kongenital

Ini merupakan jenis katarak yang terjadi karena keterkaitan infeksi serta kekurangan nutrisi selama kehamilan. Memang, kebanyakan gangguan penglihatan berupa katarak yang terjadi di masa bayi, rata-rata hadir karena kekurangan vitamin serta nutrisi.

  1. Katarak Senilis

Katarak senilils adalah jenis katarak yang terjadi ketika seseorang berada dalam usia lanjut dan ada karena proses penuaan.

  1. Katarak Komplikata

Jenis katarak pada mata ini hadir karena adanya komplikasi terhadap penyakit hipertensi, penyakit kronis, kekurangan vitamin, kebiasaan merokok, dan diabetes. Oleh karena itu, jika Anda memiliki ciri-ciri katarak mata, harus segera diperiksakan ke dokter.

  1. Katarak Traumatika

Katarak traumatik merupakan sebuah jenis katarak yang ada karena benda tumpul serta kecelakaan yang mengenai mata dan bagian wajah di sekitar mata.

  1. Katarak Sekunder

Katarak sekunder adalah jenis katarak yang disebabkan karena faktor suatu penyakit atau gangguan metabolisme seperti pernah mengalami peradangan pada mata atau penyakit diabetes mellitus (kencing manis).

  1. Katarak Hipermatur

Jenis katarak hipermatur merupakan lanjutan dari proses degeratif yang menyebabkan lensa mata menjadi lember atau keras dam mencair. Jenis katarak ini terjadi pada bagian permukaan lensa mata uang sudah merembes atau tembus pada bagian kapsul lensa dan dapat mengakibatkan peradangan pada struktur mata lainnya.

Gejala Katarak

Katarak umumnya menyerang kedua mata penderita dengan tingkat keparahan yang mungkin berbeda-beda dan tidak bersamaan. Penyakit ini dapat berkembang selama bertahun-tahun dan tanpa terasa oleh penderitanya.

Katarak tidak menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Penderita biasanya akan mengalami penglihatan yang samar-samar dan berkabut. Kemudian akan muncul bintik atau bercak saat penglihatannya kurang jelas. Kondisi ini juga dapat memengaruhi pandangan Anda dengan cara-cara seperti:

  • Mata yang sensitif ketika terkena cahaya menyilaukan.
  • Sulit melihat saat cahaya remang-remang (terutama pada malam hari) atau sangat terang.
  • Semua menjadi terlihat ganda.
  • Semua terlihat seperti memiliki semburat kuning atau cokelat.
  • Ukuran lensa kacamata yang sering berubah.
  • Di sekeliling cahaya terang (misalnya, lampu mobil atau lampu jalan) seperti ada lingkaran cahaya.
  • Warna yang terlihat memudar atau menjadi tidak jelas.

Penyebab dan Faktor Risiko Katarak

Penyebab katarak belum diketahui secara pasti. Seiring bertambahnya usia, protein yang membentuk lensa mata akan berubah, termasuk kandungan airnya. Inilah yang memungkinkan lensa mata yang tadinya bening, berubah menjadi keruh.

Hingga saat ini, alasan di balik proses penuaan yang dapat berujung pada perubahan protein di lensa mata belum diketahui. Meski demikian, ada beberapa faktor lain yang akan mempertinggi risiko Anda terkena katarak. Di antaranya adalah:

  • Mata yang terpajan sinar matahari untuk waktu yang lama.
  • Penyakit-penyakit tertentu, misalnya diabetes atau peradangan pada bagian tengah mata (uveitis) jangka panjang.
  • Konsumsi obat kortikosteroid berdosis tinggi untuk waktu lama.
  • Pernah menjalani operasi mata.
  • Pernah mengalami cedera pada mata.
  • Memiliki riwayat katarak dalam keluarga.
  • Pola makan yang tidak sehat dan kekurangan vitamin.
  • Konsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin.
  • Merokok

Pengobatan Katarak

Seiring dengan perkembangan teknologi, operasi pengangkatan katarak sekarang bisa dilakukan dengan proses komputerisasi. Dalam proses ini, sinar laser khusus akan dipandu melalui gambar tiga dimensi sehingga sayatan bisa lebih akurat sesuai dengan petunjuk dari ahli bedah. Selain keakuratan, beberapa ahli juga menyebutkan bahwa prosedur ini berpotensi mempersingkat durasi operasi katarak.

Jenis Katarak

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*