Katarak Akibat Radiasi

Katarak Akibat Radiasi

 

Katarak Akibat Radiasi – Katarak adalah gangguan penglihatan terkait penuaan yang menyebabkan penglihatan menjadi keruh dan buram berawan. Katarak membuat Anda seperti melihat dari balik jendela yang berdebu tebal.

Katarak muncul di lensa mata, struktur kristal berwarna transparan yang ada tepat di belakang pupil. Struktur mata yang satu ini bekerja layaknya lensa kamera dengan memfokuskan cahaya ke retina di belakang mata, di mana gambar direkam. Lensa juga menyesuaikan fokus mata, yang memungkinkan kita melihat sesuatu dengan jelas baik di jarak dekat maupun jauh.

Katarak Akibat Radiasi

Katarak Akibat Radiasi

Lensa terbuat dari air dan protein, yang disusun sedemikian rupa sehingga membuat lensa mata berwarna terang jelas agar cahaya bisa masuk melewatinya. Namun seiring bertambahnya usia, sebagian protein protein dapat menggumpal dan mulai membentuk awan keruh yang menutupi lensa. Ini mencegah cahaya memasuki mata, dan juga mengurangi ketajaman gambar yang kita lihat. Seiring waktu, kabut protein dapat meluas hingga menutupi sebagian besar lensa sehingga menyebabkan penglihatan yang berkabut atau kabur.

Mata katarak dapat menyulitkan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain karena akan sulit bagi Anda membaca ekspresi wajah mereka. Terlebih lagi, mata yang berkabut akibat katarak bisa menyulitkan Anda untuk membaca atau menyetir mobil, terutama di malam hari.

Penyebab Katarak Akibat Radiasi ?? Benarkah ??

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa radiasi HP dapat menimbulkan penyakit katarak. Gelombang radio yang dipancarkan oleh HP dapat menyebabkan jaringan mata “menggelembung” yang merupakan gejala awal munculnya katarak. Energi panas yang dipancarkan sinar radiasi juga dapat membuat penglihatan menjadi buram dan susah fokus. Bahkan, pada beberapa kasus tertentu radiasi dari HP dapat menjadi penyebab munculnya kanker mata.

Bahaya Radiasi

Sinar ultraviolet, khususnya UV-B, merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya lapisan katarak. Memakai kaca mata hitam (sun glasses) akan mencegah sinar UV masuk ke dalam lensa mata. Para pilot atau penerbang memiliki persentase lebih tinggi untuk terkena katarak, karena mereka terbang di ketinggian atmosfer yang relatif lebih dekat dengan matahari (radiasi UV). Karena lapisan ozone (03, trioxygen) yang telah sobek menganga akan menambah kadar radiasi UV ke permukaan bumi. Oleh karena itu, persentase yang terkena katarak di bumi ini akan terus bertambah banyak.

Radiasi X-ray juga bisa merusak lensa mata dan menjadi penyebab katarak. Pekerja yang seharian berkontak dengan radiasi panas, seperti penempa besi panas, glass blower, dan pengecor cairan besi panas, rentan terhadap kerusakan ini. Radiasi panas akan membuat protein di dalam lensa berubah bentuk (deformed), yaitu terjadi protein koagulasi, seperti putih telur terkena panas akan membekukan protein menjadi warna putih. Atau putih telur yang dicampur dengan alkohol kadar tinggi, akan membeku menjadi warna putih.

Tips Melindungi Mata dari Bahaya Radiasi HP

Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan HP dalam waktu yang lama sangat berdampak bagi kesehatan mata. Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya kita lebih berhati-hati dan mengatur kadar penggunaan HP ataupun komputer. Berikut adalah hal-hal serta tips yang harus diperhatikan untuk menghindari risiko bahaya radiasi HP pada mata:

  • Mengatur Kecerahan Layar

Pengaturan dalam pencahayaan layar yang terlalu rendah dan terlalu cerah bisa membuat mata cepat merasakan lelah, hal semacam itu dapat di hindari dengan mengatur resolusi pencerahaan layar atau menggunakan aplikasi pihak ke tiga.

  • Menggunakan Pelindung Layar

Pengguna cerdas iyalah seseorang yang mampu menjaga pola pemakaian handphone pintar secara tidak berlebihan, cara ampuh lainnya untuk menjaga kesehatan mata yaitu dengan memasang pelindung layar seperti contohnya antigores namun yang tidak gelap dan tidak terang.

  • Gunakan Smartphone Dalam Jarak Aman

Apabila smartphone tidak menggunakan antigores atau pelindung layar, satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur jarak dalam pemakaian ponsel cerdas. Jarak aman untuk pemakaian handphone secara benar dan tepat, yaitu kurang lebih berjarak hingga 30 cm.

  • Menggunakan Kacamata

Kaca mata min merupakan sebuah alat alternatif untuk melihat suatu objek dengan jelas yang diperuntukan bagi orang pengidap rabun, namun pada saat ini kacamata dapat dipakai hanya untuk sekedar menunjang penampilan. Meskipun kalian tidak mengidap rabun, ada baiknya menggunakan kacamata normal untuk mengurangi radiasi layar smartphone.

  • Batasi Penggunaan Ponsel

Mungkin mengurangi penggunaan ponsel setiap hari minimal 2 jam untuk beristirahat dan tidak mengenggam handphone akan terlihat begitu amat sangat berat, karena tidak dapat tersambung ke dalam dunia internet demi bersosial media. Istirahatkan mata sejenak itu sebenarnya diperlukan, agar tetap menjaga mata tidak mengalami kelelahan akibat menggunakan smartphone terlalu lama.

Sebagai generasi pengguna ponsel pintar, sudah seharusnya kita turut menjadi bijak dalam menggunakan HP. Bahaya radiasi HP pada mata dapat dihindari dengan penggunaan yang tidak berlebihan dan efektif. Sekian artikel mengenai Katarak Akibat Radiasi. Semoga bermanfaat ^^

Katarak Akibat Radiasi

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*