Katarak Mata Pada Bayi

Katarak Mata Pada Bayi

 

Katarak mata adalah kondisi dimana lensa mata menjadi keruh sehingga menganggu penglihatan. Penyakit ini seringkali menyerang orang tua. Tapi sebenarnya penyakit katarak dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal batas usia termasuk bayi yang baru lahir.

Katarak Mata Pada Bayi

Katarak Mata Pada Bayi

Penyakit katarak mata pada bayi yang baru lahir disebut katarak kongenitalis. Penyakit ini sangat jarang dijumpai hanya 0.4% dari tiap kelahiran. Katarak mata ini terjadi karena kekeruhan dari lensa mata , hal ini dapat terjadi mulai dari proses dalam kandungan seperti adanya infeksi selama masa kehamilan hingga malnutrisi selama usia anak-anak.

Berbeda dengan penyakit katarak mata pada orang dewasa, kelainan ini harus segera di lakukan tindakan agar anak dapat melihat dengan normal. Dan harus terus di pantau fungsi penglihatannya hingga dia bisa koperatif untuk menjalani pemeriksaan.

Bila dibiarkan tanpa penanganan maka katarak mata pada bayi dapat berlanjut pada kebutaan, katarak mata pada bayi. Kebutaan pada katarak mata kongenital dapat dicegah dengan cara deteksi dini pada bayi dan katarak pada anak – anak serta operasi katarak mata sedini mungkin.

Mendeteksi katarak mata pada bayi sangatlah penting untuk mencegah terjadinya ambliopia pada mata. Ambliopia adalah ketidakmampuan retina menerima bayangan benda dari luar, sehingga bisa menghambat perkembangan retina anak-anak. Akibatnya bukan tak mungkin anak akan menderita kebutaan.

Cara deteksi dini katarak mata pada bayi :

  • Beri bayi mainan dengan warna-warna yang cerah seperti merah, biru, hijau, kuning
  • Gerakan mainan itu ke segala arah secara pelahan
  • Amati respon bayi

Respon yang normal adalah bayi mengikuti ke arah mainan itu digerakkan dan berusaha untuk meraihnya. Bila bayi tidak memberi respon seperti itu ada kemungkinan bayi terkena katarak mata, segera konsultasikan pada dokter mata anak.

Gejala Katarak Mata Pada Bayi

Penyakit katarak mata kongenital dapat dideteksi sejak bulan pertama kelahiran. Diantara tanda awal adalah anak mata hitam tampak berwarna putih. Kondisi ini bisa berkelanjutan untuk jangka waktu yang lama atau menjadi lebih parah secara perlahan-lahan.

Kondisi ini menyebabkan penglihatan anak tersebut menjadi kabur dan terbatas. Mereka juga sulit untuk mengenali objek yang kecil dan halus. Anak dengan masalah ini menunjukkan gejala silau pada cahaya matahari dan perkembangan fisik yang lambat dari anak normal yang lain.

Penglihatan anak yang kabur ini juga mengganggu perkembangan otak. Umur sekitar empat bulan sampai dua tahun pertama sangat kritis untuk perkembangan mata dan otak anak.

Input visual yang dilihat akan dikirim ke otak untuk memungkinkan anak mengenali berbagai jenis objek. Jika proses ini terganggu, anak itu tidak dapat mengenali obyek yang dilihat karena bagian otak yang berperan mengontrol indera penglihatan tidak berkembang dan berfungsi dengan baik.

Fenomena ini juga disebut amblyopia atau mata malas. Anak dengan masalah ini hanya dapat mengenali objek yang besar dan ini akan mengganggu proses pembelajaran terutama kemampuan menulis dan membaca.

Segeralah membawa anak ke dokter spesialis mata jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Sikap menunggu hingga anak tumbuh terlebih dahulu juga harus dihindari sebelum pasien mencapai amblyopia. Jika operasi dilakukan setelah pasien menunjukkan tanda-tanda ambylopia, kemampuan melihat pasien tidak lagi berada pada tingkat yang maksimal.

Penyakit katarak mata kongenital dapat diobati dan tidak seharusnya dibiarkan sehingga menyebabkan pasien menjadi buta. Janganlah kita sebagai orang tua membiarkan mereka tumbuh dalam dunia yang penuh kegelapan.

Solusi Pengobatan Katarak Mata Pada Bayi Tanpa Operasi Dan Efek Samping

S-Lutena (Super Lutein) adalah sebuah terobosan terbaru dunia herbal yang berasal dari negeri sakura Jepang. Ia hadir sebagai sebuah solusi terbaik obat mata yang menyelaraskan kebutuhan lutein harian tubuh kita yang diyakini sebagai anti oksidan pelindung mata Kita. Selain sebagai suplemen mata, S Lutena juga merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam super lutein.

Obat Katarak Mata S LutenaSuper Lutein sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Lutein dan zeaxanthin adalah jumlah terbanyak yang terdapat dalam kanta dan retina mata. Berfungsi sebagai antioksida dengan melindungi mata daripada kerosakan akibat daripada ketidakstabilan atom atau radikal bebas. Menapis mata daripada cahaya ungu yang tinggi.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S-Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Katarak Mata Pada Bayi

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*