KATARAK PADA BAYI

KATARAK PADA BAYI

 

MATA KATARAK – Umumnya, penyakit katarak dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia. Namun, ternyata katarak bisa diderita oleh bayi yang baru lahir. Katarak pada bayi (katarak kongenital) memang penyakit yang jarang ditemukan, hanya 0.4 persen dari seluruh kelahiran hidup. Katarak adalah kekeruhan pada lensa. Bila kekeruhan itu ditemukan sejak lahir, maka disebut katarak kongenital (kongenital=bawaan). Sebagian besar katarak diderita oleh pasien berusia lebih dari 60 tahun.

katarak

Katarak Pada Bayi

Meski jumlah penderitanya sedikit, penyakit ini tidak bisa diremehkan begitu saja karena dapat mengakibatkan kebutaan permanen pada buah hati kita. Seorang bayi yang menderita katarak dan tidak segera dioperasi maka akan mengakibatkan munculnya gejala Ambliopia. Sederhananya, jika orang sampai ambliopia, pakai kacamata apapun penglihatan tidak bisa kembali normal. Kabar buruknya adalah kasus terlambat deteksi masih sangat tinggi di Indonesia.

 

Penyebab katarak kongenital dapat bermacam-macam. Biasanya terjadi infeksi pada 3 bulan pertama kehamilan. Infeksi Rubella (dengan gejala seperti cacar), Toxoplasma, Cytomegalovirus sering menjadi penyebab katarak kongenital. Keturunan (genetik), masalah metabolisme, diabetes, trauma (benturan), inflamasi atau reaksi obat adalah beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan katarak kongenital.

 

Infeksi rubella pada umur kehamilan tiga bulan perlu diwaspadai. Ada 3 penyakit bayi yang disebabkan infeksi rubella pada masa itu: buta, tuli, jantung. Salah satu gejala yang muncul pada mata adalah katarak kongenital. Bila dicurigai terkena infeksi rubella pada 3 bulan pertama kehamilan, segera lakukan deteksi pada dokter ahli untuk memeriksa apakah ada gejala penyakit tersebut.

 

Kebutaan bukan hanya penyakit fisik, tetapi juga sosial. Di indonesia setidaknya ada 3 juta orang buta. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki kemampuan untuk hidup mandiri. Keterbatasan fisik mereka membuat upaya mencari pekerjaan sangat sulit. Ada sih beberapa pasien buta yang sukses jadi penyanyi atau pemain piano. Tetapi proporsi pasien buta yang tidak punya pekerjaan jauh lebih banyak. Banyak dari mereka yang menggantungkan hidup dari mengemis atau menjadi pengamen.

 

Kabar baiknya adalah kebutaan pada katarak kongenital sangat mungkin dicegah. Deteksi dini pada bayi dan operasi katarak sedini mungkin adalah solusinya. Apa hal sederhana yang mungkin kita kerjakan? Peduli pada bayi kita. Berdasar pengalaman seorang senior, sebagian besar Ibu pasien dengan katarak kongenital adalah ibu yang kurang aware dengan kondisi bayinya. Sebagian besar dari mereka mengetahui kekurangan anaknya justru dari orang lain, entah itu saudara atau tetangga. Kepedulian ibu pada sang buah hati akan menentukan perjalanan hidupnya 65 tahun mendatang.

 

Satu menit = investasi 60 tahun

 

Sebenarnya kita dapat mengenali tanda-tanda katarak pada bayi lewat tiga langkah sederhana:

  1. Beri bayi mainan warna-warni yang mencolok
  2. Gerak-gerakkan mainan tersebut ke berbagai arah
  3. Perhatikan respon bayi

 

Bayi yang normal akan merespon rangsangan ini. Biasanya matanya akan mengikuti gerakan mainan tersebut atau bahkan tangannya akan mencoba meraihnya. Bayi yang katarak menunjukkan perilaku sebaliknya, responnya sangat lemah atau bahkan tidak ada respon sama sekali. Bayi katarak terkesan tidak tertarik dengan mainan warna-warni tersebut, karena memang pandangannya terganggu. Bila ternyata bayi ini tidak ada respon, maka segera konsultasikan ke dokter mata di kota anda.

 

Tiga langkah tersebut sangat sederhana, mudah, murah dan cepat. Anda membutuhkan waktu tidak lebih dari satu menit untuk melakukannya. Bayangkan, satu menit investasi waktu anda akan menentukan 60 tahun masa depannya.

 

KATARAK PADA BAYI

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*