Penyakit Katarak Di Indonesia

Penyakit Katarak Di Indonesia

 

Penyakit katarak mata adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Dalam perkembangannya katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan pengerasan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, berwarna kuning menjadi coklat/putih secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Penyakit katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika penyakit katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Penyakit Katarak Di Indonesia

Penyakit Katarak Di Indonesia

Saat ini Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara. Menurut data, angka penderita katarak di Indonesia sebesar 1,5 persen. Data dari Eye Disease Prevalence Research Group (2004), diperkirakan pada tahun 2020, jumlah penderita penyakit mata dan kebutaan di dunia akan mencapai 55 juta jiwa. Sedangkan saat ini, terdapat 45 juta penderita kebutaan di dunia, 60 persen diantaranya berada di negara miskin atau berkembang.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 1996, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 persen atau lebih dari dua juta orang buta atau tunanetra di Indonesia. Angka ini cukup tinggi di Asia. Sebagai perbandingan di Bangladesh angka kebutaan 1 persen, di India 0,7 persen, dan Thailand 0,3 persen. Dari survei ini yang dilakukan kementerian Kesehatan Republik Indonesia , penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah penyakit katarak (0,78 persen), disusul penyakit glaukoma (0,12 persen), kelainan refraksi (0,14 persen), dan penyakit lain terkait usia lanjut (0,38 persen).

Besarnya jumlah penderita penyakit katarak di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah penduduk usia lanjut pada tahun 2000 yang diperkirakan sebesar 15,3 juta (7,4 persen dari total penduduk). Di Indonesia sendiri penderita memiliki kecenderungan katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penderita di daerah tropis. Sekitar 16 persen sampai 22 persen penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 56 tahun. Ada pula yang menyebutkan, 20 persen – 24 persen buta katarak diderita kelompok usia produktif.

Gejala Penyakit Katarak

Gejala umum yang terjadi pada penyakit katarak mata tentu saja adalah terdapat selaput putih pada lensa mata dan penurunan kemampuan penglihatan seperti rabun jauh. Bila dibiarkan, akan menyebabkan kebutaan.

Gejala lain katarak mata adalah:

  • Penglihatan buram atau seperti ada asap
  • Ketajaman penglihatan menurun
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Penglihatan ganda bila satu mata ditutup
  • Memerlukan cahaya yang lebih terang untuk membaca
  • Kadang pasien melihat lingkaran cahaya saat memandang sinar atau sumber cahaya (seperti melihat bola lampu)

Selain itu, pasien penyakit katarak mata juga akan kehilangan sensitivitas kontras, yang mengakibatkan kontur, warna bayangan dan visi tidak jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Rasa radang, nyeri dan sakit kepala mungkin tidak terjadi hingga kondisi katarak mata yang sudah parah.

Penyebab Penyakit Katarak

Penyakit katarak mata berkembang karena berbagai sebab, seperti kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma (dapat terjadi lebih awal) dan biasanya akibat denaturasi dari lensa protein. Faktor-faktor genetik sering menjadi penyebab katarak mata kongenital dan sejarah keluarga yang positif juga mungkin berperan dalam predisposisi seseorang untuk penyakit katarak pada usia lebih dini, fenomena “antisipasi” dalam katarak pra-senilis.

Penyakit katarak mata juga dapat diakibatkan oleh cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang di antara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar dari pada orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak mata juga biasanya sering terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang (meniup)kaca yang menderita “sindrom Pengelupasan”. Eksposur terhadap radiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang juga dikenal untuk mempercepat perkembangan penyakit katarak mata, terutama pada anak-anak.

Untuk mengobati dan mencegah penyakit katarak di atas, Anda bisa mengobati penyakit katarak dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk mata. Ada banyak suplemen mata yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen mata S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah berbagai macam penyakit mata dan penyakit kronis lainnya. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Obat Katarak Mata S LutenaS-Lutena Naturally Plus adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya. Produk ini juga sangat terkenal dan banyak di gunakan di hampir seluruh negara di dunia. Super Lutein sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Penyakit Katarak Di Indonesia

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*