Penyakit Katarak Kongenital

Penyakit Katarak Kongenital

 

Penyakit katarak kongenital adalah perubahan pada kebeningan struktur lensa mata yang muncul pada saat kelahiran bayi atau segera setelah bayi lahir. Katarak jenis ini dapat terjadi di kedua mata bayi (bilateral) maupun sebelah mata bayi (unilateral). Keruh/buram di lensa terlihat sebagai bintik putih jika dibandingkan dengan pupil hitam yang normal dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Dapat muncul dengan sporadic, atau dapat juga disebabkan oleh kelainan kromosom, penyakit metabolis (galaktosemia), infeksi intraurin (rubella) atau gangguan penyakit maternal selama masa kehamilan.

Penyakit Katarak Kongenital

Penyakit Katarak Kongenital

Sekitar 0,4 persen dari seluruh kelahiran, penyakit katarak kongenital ditemukan. Tidak semua penyakit katarak kongenital membutuhkan pembedahan, tetapi lebih banyak yang perlu melakukannya. Katarak kogenital yang hanya sisi peripheral/pinggir dari lensa dapat tidak membutuhkan pembedahan, karena pengelihatan utama tidak terhalangi. Begitu pula dengan katarak yang amat kecil tidak membutuhkan pembedahan.

Pembentukan penyakit katarak kogenital yang lazim antara lain seperti:

  1. Anterior polar katarak terlihat jelas, terletak di bagian depan dari lensa mata dan biasanya terkait dengan sifat bawaan.
  2. Posterior polar katarak juga terliha jelas, tetapi muncul di bagian belakang lensa mata.
  3. Nuclear cataract muncul di bagian tengah lensa. Merupakan jenis katarak yang lazim pada pembentukan katarak kongenital.
  4. Cerulean cataracts biasanya ditemukan di kedua mata bayi dan dibedakan dengan bintik kecil dan kebiruan pada mata. Cerulean cataracts terkait dengan keturunan/genetik.

Gejala Penyakit Katarak Kongenital

Gejala gangguan penglihatan penderita katarak tergantung dari letak kekeruhan lensa mata. Bila katarak terdapat di bagian pinggir lensa, maka penderita akan merasa adanya gangguan penglihatan. Bila kekeruhan terdapat pada bagian tengah lensa, maka tajam penglihatan akan terganggu.

Gejala awal biasanya ditandai adanya penglihatan ganda, peka atau silau terhadap cahaya sehingga mata hanya merasa nyaman bila melihat pada malam hari. Dan biasanya mata mengalami perubahan tajam penglihatan sehingga sering mengganti ukuran kaca mata.

Gejala-gejala penyakit katarak kongenital berupa :

  • Adanya kekeruhan (berwarna abu-abu atau putih) pada pupil mata, yang normalnya berwarna hitam
  • Bayi tidak tampak bisa melihat (jika katarak mengenai kedua mata). Bayi tidak menunjukkan adanya kesadaran visual terhadap lingkungan di sekitarnya.
  • Tidak ada cahaya “mata merah” dari pupil saat difoto, atau berbeda antara kedua mata
  • Kadang terdapat gerakan mata yang cepat dan tidak biasa (nystagmus)

Segeralah membawa anak ke dokter spesialis mata jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Sikap menunggu hingga anak tumbuh terlebih dahulu juga harus dihindari sebelum pasien mencapai amblyopia. Jika operasi dilakukan setelah pasien menunjukkan tanda-tanda ambylopia, kemampuan melihat pasien tidak lagi berada pada tingkat yang maksimal.

Penyebab Penyakit Katarak Kogenital

Penyakit katarak yang memperkeruh lensa normal biasanya terkait dengan proses penuaan. Tetapi katarak kongenital muncul pada bayi baru lahir karena berbagai alasan seperti keturunan (genetik), infeksi, masalah metabolisme, diabetes, trauma (benturan), inflamasi atau reaksi obat, sebagai contoh, pengggunaan anti biotik tetracycline yang biasa digunakan pada perawatan infeksi pada ibu hamil telah menunjukkan menyebabkan penyakit katarak kogenital pada bayi baru lahir.

Penyakit katarak kongenital juga muncul jika, selama masa kehamilan, ibu bayi menderita infeksi seperti campak atau rubella (penyebab paling lazim), rubeola, chicken pox, cytomegalovirus, herpes simplex, herpes zoster, poliomyelitis, influensza, virus Epstein-Barr, sifilis, dan toxoplasmosis.

Bayi yang telah tumbuh dan anak-anak dapat didiagnosa menderita katarak kogenital, yang dikenal dengan pediatric cataract (katarak pada anak), karena alasan serupa. Bagaimanapun, trauma terkait dengan kejadian seperti pembesaran mata merupakan penyebab utama (40% dari kasus katarak pada fase anak-remaja). Pada 33% dari kasus pediatric cataract , anak-anak dilahirkan dengan penyakit katarak kongenital yang sudah didiagnosa sebelumnya.

Pada penyakit katarak yang diturunkan dan bentuk lain dari penyakit katarak kongenital, ketidaknormalan dapat muncul sebagai pembentukan protein yang penting untuk transparansi dari lensa natural. Penyakit katarak kongenital ini harus diangkat, karena ini dapat menghalangi pusat pengelihatan.

Penyakit katarak kongenital dan masalah terkait lainnya Tanpa intervensi yang segera, katarak kongenital dapat memicu terjadinya “mata malas” atau amblyopia. Keadaan amblyopia ini kemudian memicu masalah lain seperti nystagmus, strabismus, dan ketidakmampuan untuk menyempurnakan gambaran terhadap objek.

Masalah-masalah di atas sangat mempengaruhi kemampuan belajar, kepribadian, dan penampilan, lebih jauh lagi mempengaruhi seluruh kehidupan anak. Karena alasan ini dan banyak lagi lainnya, pastikan mata anda diperiksa dengan rutin dan sesegera mungkin setelah bayi anda lahir, penyakit katarak kongenital.

Lakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mendiagnosa dini, khususnya apabila Anda memiliki riwayat keluarga dengan kelainan bawaan yang menyebabkan penyakit katarak kongenital.

Cara Mengobati Penyakit Katarak Kongenital Tanpa Operasi Menggunakan Suplemen Mata S-Lutena

S-Lutena (Super Lutein) adalah sebuah terobosan terbaru dunia herbal yang berasal dari negeri sakura Jepang. Ia hadir sebagai sebuah solusi terbaik obat mata yang menyelaraskan kebutuhan lutein harian tubuh kita yang diyakini sebagai anti oksidan pelindung mata Kita. Selain sebagai suplemen mata, S Lutena juga merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam super lutein.

Obat Penyakit KatarakS-Lutena Naturally Plus adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya. Produk ini juga sangat terkenal dan banyak di gunakan di hampir seluruh negara di dunia. Super Lutein sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Lutein dan zeaxanthin adalah jumlah terbanyak yang terdapat dalam kanta dan retina mata. Berfungsi sebagai antioksida dengan melindungi mata daripada kerosakan akibat daripada ketidakstabilan atom atau radikal bebas. Menapis mata daripada cahaya ungu yang tinggi.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Penyakit Katarak Kongenital

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*