Penyakit Katarak Pada Lansia

Penyakit Katarak Pada Lansia

 

Penyakit katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.

Penyakit Katarak Pada Lansia

Penyakit Katarak Pada Lansia

Banyak kasus penyakit katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata anda.

Penyakit katarak biasanya banyak menyerang manusia pada usia di atas 65 tahun dengan terlihat dari gejala penglihatan yang berkabut, silau, bila dilihat dengan bantuan cahaya pada pupil akan terlihat keruh. Gangguan mata yang banyak terjadi di Indonesia ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain, karena regenerative atau faktor usia, terganggunya metabolisme tubuh akibat penyakit berkepanjangan, bawaan lahir atau bahkan keracunan. Walaupun masih dapat diobati, namun penyakit katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.

Pada awal serangan, penderita penyakit katarak merasa gatal-gatal pada mata, air matanya mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat selaput seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan penglihatannya.

Penyakit Katarak dibagi memjadi beberapa jenis yaitu:

  1. Katarak Senilis, yaitu katarak yang timbul setelah umur 40 tahun, proses pasti belum diketahui, diduga karena ketuaan.
  1. Katarak Kongenital, yaitu katarak yang timbul sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan, umumnya disebabkan karena adanya infeksi, dan kelainan metabolisme pada saat pembentukan janin. Katarak Kongenital yang sering timbul karena infeksi saat ibu mengandung, terutama pada kehamilan 3 bulan pertama.
  1. Katarak Traumatika, yaitu katarak yang dapat menyerang semua umur, biasanya karena pasca trauma baik tajam maupun tumpul pada mata terutama mengenai lensa.
  1. Katarak Komplikata, adalah katarak yang timbul pasca infeksi mata. Katarak berkembang lambat namun potensial menjadi kebutaan jika tidak segera diobati. Penderita tidak menyadari gejala gangguan katarak, karena prosesnya yang berlangsung berangsur-angsur sampai daya penglihatan baru terasa pengaruhnya setelah katarak ini berkembang sekitar 3-5 tahun. Maka dari itu, penderita biasanya baru menyadari setelah memasuki stadium kritis. Satu-satunya pengobatan adalah melalui pembedahan, yaitu pengambilan lensa keruh.

Penyakit Katarak adalah penyebab utama kebutaan di dunia. Katarak mata juga dapat terjadi pada bayi dan anak-anak (katarak anak-anak), meski kemungkinannya sangat kecil. Penyakit ini umumnya ditemukan pada orang-orang lanjut usia dan dikenal sebagai penyakit katarak manula.

Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 210.000 penderita baru yang muncul setiap tahun dan lebih dari 50% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Penyakit Katarak sering menyerang kedua mata, meski tingkat kondisi keduanya bisa berbeda. Penyakit ini dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa terasa oleh penderitanya.

Penyakit Katarak tidak menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Penderita biasanya akan mengalami penglihatan yang samar-samar dan berkabut, selain itu akan muncul bintik atau bercak saat penglihatannya kurang jelas.

Penyakit Katarak juga dapat memengaruhi pandangan Anda dengan cara sebagai berikut:

  • Mata yang sensitif terhadap cahaya yang menyilaukan.
  • Sulit melihat saat cahaya remang-remang atau sangat terang.
  • Semua menjadi terlihat ganda.
  • Semua terlihat seperti memiliki semburat kuning atau cokelat.
  • Ukuran lensa kacamata yang berubah.
  • Anda seperti melihat lingkaran cahaya di sekeliling cahaya terang, seperti lampu mobil atau lampu jalan.
  • Penglihatan warna yang memudar atau menjadi tidak jelas.

Penyebab Penyakit Katarak Pada Lansia

Penyebab penyakit katarak belum diketahui secara pasti. Seiring dengan bertambahnya usia, protein yang membentuk lensa mata kian berubah. Hal ini menjadikan lensa mata yang tadinya bening, berubah menjadi keruh. Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana proses penuaan dapat berujung pada perubahan protein di lensa mata.

Beberapa faktor lain yang akan mempertinggi risiko Anda terkena penyakit katarak :

  • Paparan mata terhadap sinar matahari untuk waktu lama.
  • Beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes atau peradangan pada bagian tengah mata (uveitis) jangka panjang.
  • Meminum obat kortikosteroid berdosis tinggi dalam waktu lama.
  • Pernah menjalani operasi mata.
  • Riwayat katarak dalam keluarga atau keturunan.
  • Pola makan tidak sehat dan kurang vitamin.
  • Konsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin
  • Merokok

Pencegahan penyakit katarak masih belum diketahui karena penyebab sebenarnya masih belum jelas. Konsultasikanlah dengan optisien (ahli lensa kacamata) jika Anda merasa ada masalah agar penglihatan Anda dapat diperiksa. Jika terdapat perubahan mendadak pada penglihatan Anda, segera lakukan pemeriksaan mata.

Optisien akan memeriksa mata dengan oftalmoskop. Alat ini akan memperjelas tampilan mata dan mengeluarkan cahaya terang sehingga optisien dapat melihat bagian dalam mata, termasuk memeriksa kondisi lensa mata Anda.

Jika terdapat penyakit katarak, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang dapat memberikan diagnosis dan merencanakan proses pengobatan Anda.

Penyakit Katarak Pada Lansia

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*