Penyakit Katarak Sekunder

Penyakit Katarak Sekunder

 

Penyakit Katarak Sekunder adalah katarak yang terjadi karena terbentuknya jaringan fibrosis pada sisa lensa yang tertinggal, dan paling cepat keadaan ini akan terlihat setelah dua hari operasi EKEK (Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsuler), dan penanaman lensa di segmen posterior. Penyakit Katarak Sekunder ini biasanya juga terjadi setelah mengalami suatu trauma yang memecah lensa.

Penyakit Katarak Sekunder

Penyakit Katarak Sekunder

Gejala umum yang terjadi pada katarak mata tentu saja adalah terdapat selaput putih pada lensa mata dan penurunan kemampuan penglihatan seperti rabun jauh. Bila dibiarkan, akan menyebabkan kebutaan. Berikut adalah gejala lain dari penyakit katarak sekunder :

  • Penglihatan kabur (seperti berkabut atau berasap), mungkin dapat lebih buruk daripada sebelum di operasi.
  • Fotofobia, yaitu rasa silau bila melihat cahaya.
  • Tajam penglihatan menurun

Penyebab Penyakit Katarak Sekunder

Penyebab penyakit katarak belum diketahui secara pasti. Faktor penyebab penyakit katarak sekunder ini adalah konsumsi obat-obatan tertentu semisal kortikosteroid dan prednisone. Katarak ini juga bisa disebabkan sang penderita terkena penyakit diabetes.

Seiring dengan bertambahnya usia, protein yang membentuk lensa mata kian berubah. Hal ini menjadikan lensa mata yang tadinya bening, berubah menjadi keruh. Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana proses penuaan dapat berujung pada perubahan protein di lensa mata.

Beberapa faktor lain yang akan mempertinggi risiko Anda terkena penyakit katarak sekunder:

  • Paparan mata terhadap sinar matahari untuk waktu lama.
  • Beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes atau peradangan pada bagian tengah mata (uveitis) jangka panjang.
  • Meminum obat kortikosteroid berdosis tinggi dalam waktu lama.
  • Pernah menjalani operasi mata.
  • Riwayat katarak dalam keluarga atau keturunan.
  • Pola makan tidak sehat dan kurang vitamin.
  • Konsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin
  • Merokok

Pencegahan penyakit katarak sekunder masih belum diketahui karena penyebab sebenarnya masih belum jelas. Konsultasikanlah dengan optisien (ahli lensa kacamata) jika Anda merasa ada masalah agar penglihatan Anda dapat diperiksa. Jika terdapat perubahan mendadak pada penglihatan Anda, segera lakukan pemeriksaan mata.

Mengatasi Penyakit Katarak Sekunder

Untuk mengatasi penyakit katarak sekunder dapat menggunakan prosedur Laser Distsiziya. Metode ini dikembangkan oleh seorang wanita yang, sebelum menjadi dokter mata untuk waktu yang lama, mempelajari fisika dan tertarik pada kemungkinan aplikasi laser dalam kedokteran. Pengujian metode baru dimulai pada tahun 1978, dan pada tahun 1980 diadakan pertama penyakit katarak sekunder Laser Distsiziya. Operasi cepat mendapatkan popularitas sebagai alternatif untuk itu jauh prosedur yang lebih invasif sering menyebabkan komplikasi serius.

Distsiziya PCO dikenakan jika: lensa

  • PCO menyebabkan penurunan yang signifikan dalam ketajaman visual;
  • Karena visi miskin berkurang kualitas hidup pasien;
  • Ada masalah dengan penglihatan dalam cahaya terang dan / atau dalam gelap.

Kontraindikasi untuk operasi adalah:

  • Pembengkakan atau jaringan parut pada kornea, karena yang ahli bedah tidak dapat melihat struktur baik intraokular selama operasi
  • iritis
  • makula edema retina.

Operasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati jika pasien sebelumnya telah delaminasi atau robeknya retina. Perawatan laser penyakit katarak sekunder dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal. Sebagaian prosedur tidak menyebabkan pasien ketidaknyamanan yang signifikan.

Sebelum operasi diterapkan tetes mata pada kornea yang memperpanjang murid, seperti tropikamid 1,0%, 2,5% phenylephrine, atau 1,2% cyclopentolate – melalui dilatasi pupil ahli bedah dapat lebih baik melihat kapsul posterior lensa.Untuk mencegah peningkatan tajam dalam tekanan intraokular setelah operasi dapat digunakan apraclonidine 0,5%.

Pasien bisa pulang setelah beberapa jam setelah operasi – jika Anda tidak memiliki komplikasi, yang tidak mungkin.Tidak ada jahitan atau perban setelah Laser Distsiziya.Tetes mata untuk pasien diresepkan dengan steroid, yang harus digunakan untuk mencegah peradangan. Seminggu setelah operasi pasien harus diperiksa oleh dokter mata untuk memastikan bahwa pengobatan ini berhasil. Survei lain dianjurkan untuk mengambil satu bulan kemudian – tidak dianggap perlu, tapi lewat itu diharapkan bahwa waktu untuk mengidentifikasi kemungkinan komplikasi.Namun, sebagian besar komplikasi, jika terjadi, maka pada hari-hari pertama setelah operasi.

Dalam kebanyakan kasus, PCO berhasil diobati dalam prosedur tunggal;distsiziya Laser sekunder diperlukan hanya dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit katarak sekunder.

Cara Mengobati Penyakit Katarak Sekunder Tanpa Operasi Katarak Menggunakan Suplemen Mata S-Lutena

S-Lutena (Super Lutein) adalah sebuah terobosan terbaru dunia herbal yang berasal dari negeri sakura Jepang. Ia hadir sebagai sebuah solusi terbaik obat mata yang menyelaraskan kebutuhan lutein harian tubuh kita yang diyakini sebagai anti oksidan pelindung mata Kita. Selain sebagai suplemen mata, S Lutena juga merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam Super Lutein.

Obat Penyakit KatarakSuper Lutein sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Lutein dan zeaxanthin adalah jumlah terbanyak yang terdapat dalam kanta dan retina mata. Berfungsi sebagai antioksida dengan melindungi mata daripada kerosakan akibat daripada ketidakstabilan atom atau radikal bebas. Menapis mata daripada cahaya ungu yang tinggi.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena) ? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S-Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Penyakit Katarak Sekunder

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*