Penyakit Katarak Senilis

Penyakit Katarak Senilis

 

Penyakit Katarak Senilis merupakan salah satu faktor terbesar terjadinya gangguan penglihatan dan kebutaan di usia lanjut. Tetapi sebagian besar penderita katarak senilis tidak menyadari bahwa dirinya terserang katarak. Hal ini disebabkan pada umur 60 tahun lensa akan mengalami kekeruhan.

Penyakit Katarak Senilis

Penyakit Katarak Senilis

Penyakit Katarak Senilis mempunyai 5 stadium keparahan yaitu penyakit katarak senilis insipiden, penyakit katarak senilis intumesen, penyakit katarak senilis imatur, penyakit katarak senilis Matur, dan penyakit katarak sinilis Hipermatur. Penyakit Katarak Senilis imatur merupakan salah satu jenis penyakit katarak yang disebabkan oleh faktor penuaan. Penderita penyakit katarak senilis biasanya berusia diatas 50 tahun.

Penggolongan penyakit katarak senilis :

  1. Katarak Insipien

Pada stadium ini kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk gerigi menuju korteks anterior dan posterior (katarak kortikal). Katarak subkapsular posterior, dimana kekeruhan mulai terlihat anterior subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensa dan korteks jaringan berisi jaringan degeneratif (benda morgagni) pada katarak insipien. Kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Bentuk ini kadang-kadang menetap dalam waktu yang lama. Pemeriksaan shadow test negatif.

  1. Katarak Intumesen

Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. Masuknya air ke dalam celah lensa mengaakibatkan lensa menjadi bengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibanding dengan keadaan normal. Pencembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glukoma. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan mengakibatkan miopia lentikuler. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah, sehingga memberikan miopisasi. Pada pemeriksan slit lamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa.

  1. Katarak Imatur

Kekeruhan belum mengenai seluruh lapisan lensa. Volume lensa bertambah akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degeneratif. Pada keadaan lensa mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil sehingga terjadi glaukoma sekunder. Pemeriksaan shadow test positif.

  1. Katarak Matur

Pada katarak matur, kekeruhan telah mengenai seluruh massa lensa. Kekeruhan ini terjadi akibat deposit ion Ca yang menyeluruh. Cairan lensa akan keluar sehingga lensa kembali pada ukuran yang normal. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan mengakibatkan kalsifikasi lensa. Bilik mata depan akan berukuran normal kembali. Pemeriksaan shadow test negatif.

  1. Katarak Hipermatur

Stadium ini telah mengalami proses degenerasi lanjut, dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. Massa lensa yang berdegenerasi keluar dari kapsul lensa sehingga lensa menjadi mengecil, berwarna kuning dan kering. Pada pemeriksaan dengan slit lamp terlihat bilik mata dalam dan adanya lipatan kapsul lensa. Bila proses katarak progresif disertai dengan kapsul lensa yang tebal maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar, maka korteks akan memperlihatkan bentuk seperti kantong susu disertai dengan nukleus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. Keadaan ini disebut sebagai katarak morgagni.

Gejala Penyakit Katarak Senilis

Banyak orang yang belum mengetahui gejala dan tanda kedatangan penyakit katarak senilis. Sebagian, justru menganggap penurunan tajam penglihatan akibat penyakit katarak senilis merupakan mekanisme penuaan yang wajar dan tidak perlu digubris. Alhasil, mereka datang ke dokter dalam keadaan di mana operasi untuk menyelamatkan daya lihat akan berakhir sia-sia.

Berikut ini adalah gejala penyakit katarak senilis antara lain :

  • Pandangan mata kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap. Noda putih yang semakin berkembang akan mengalami pandangan mata menjadi kabur, objek terhadap suatu benda menjadi sulit di kenali bahkan tak dapat membedakan warna cahaya.
  • Sulit melihat pada malam hari. Penderita penyakit mata apapun akan merasa kesulitan ketika melihat suatu objek atau cahaya pada malam hari, hal ini di karenakan lensa mata akan membaca kefokusan objek yang diterima oleh lensa.
  • Sensitif pada cahaya. Penderita katarak mata akan merasa sensitif pada intensitas cahaya yang diterima oleh lensa mata, mata menjadi sensitif karena ketidakmampuan retina menerima cahaya dan lensa mata tidak dapat memfokuskan cahaya untuk dikirim ke retina.
  • Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar. Pada saat lensa mata memandang atau menangkap cahaya, mata hanya mampu menangkap sinar seperti sebuah lingkaran.
  • Sering mengganti kacammata atau lensa kontak karna ketidaknyamanan. Penderita katarak mata yang menggunakan alat bantu untuk membaca dan melihat, cenderung lebih sering mengganti kacamata atau lensa kontak karna faktor ketidaknyamanan seperti ketika di rasa mata tidak lagi dapat melihat atau menangkap suatu objek benda atau cahaya sekalipun, penderita katarak mata mampu mengganti kacamata atau kontak lensa dua kali dalam sebulan.

Pencegahan Penyakit Katarak Senilis

Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit katarak senilis antara lain :

  • Jangan merokok
  • Makan makanan dengan gizi seimbang
  • Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari
  • Menjaga kesehatan tubuh secara umum
  • Rutin melakukan pemeriksaan mata
  • Diet sehat dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin A, C, E.
  • Menggunakan kacamata hitam bila diluar ruangan untuk melindungi mata dari paparan lanngsung sinar UV
  • Tidak minum minuman beralkohol

Selain cara mencegah penyakit katarak senilis di atas, Anda juga bisa cara mengobati dan mencegah penyakit katarak senilis dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk mata. Ada banyak suplemen mata yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen mata S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah berbagai macam penyakit mata dan penyakit kronis lainnya. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena Naturally Plus adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya. Produk ini juga sangat terkenal dan banyak di gunakan di hampir seluruh negara di dunia. Super Lutein sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Penyakit Katarak Senilis

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*